Hawa Usman Store

Selasa, 20 Juli 2010

Sekilas Info

Mengapa Wanita Pilih Belibur dari Bercinta


Berlibur ke pantai
VIVAnews - Bercinta memang hal yang menarik. Tetapi, jika dibandingkan melakukan perjalanan liburan, bercinta dengan pasangan 'kalah peringkat' dalam daftar keinginan para wanita.
Sebuah survei yang dilakukan oleh penyelenggara olahraga berkuda, Racing Enterprises Limited di Inggris, mengungkap kalau berlibur adalah hal yang paling membahagiakan. Berlibur masuk peringkat pertama daftar saat paling membahagiakan wanita diikuti oleh saat menjadi ibu. Sedangkan bercinta masuk peringkat kedua.
Bersenang-senang bersama dengan orang yang dicintai masuk dalam peringkat tiga. Setelah itu diikuti oleh kenaikan gaji pada peringkat empat dan kelima ketika jagoan dalam balap kudanya menang. Survei ini dilakukan pada 4.000 wanita Inggris.
"Kami ingin mengetahui mencari tahu melalui jajak pendapat apa yang paling menarik bagi hidup mereka, dan kami telah menemukan bahwa berbagai hal," kata juru bicara Racing Enterprises Limited seperti dikutip dari Times of India.
"Seks, kenaikan gaji, untuk memenangkan uang saat taruhan, makan malam romantis, adalah sebagian hal yang menarik bagi wanita. Tapi 'melarikan diri' dari rutinitas dan bersantai saat libur menjadi hal yang paling dinginkan," ujarnya menambahkan.

Minggu, 18 Juli 2010

Tarif Listrik Naik, Pengrajin Batik Batal Pakai Kompor Listrik  

Batik tulis. TEMPO/Dwi Narwoko
TEMPO Interaktif, Pamekasan - Kenaikan tarif dasar listrik yang diberlakukan awal bulan lalu membuat rencana penggunaan kompor listrik oleh pengrajin batik tulis di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, berantakan.

"Kami harus tunda karena kenaikan TDL akan memberatkan pengrajin," Kata Ketua Asosiasi Pengrajin Batik Pamekasan Ilzamudin, Kamis (15/7).

Menurut rencana, kata dia, ada 750 pengrajin yang diarahkan menggunakan kompor listrik. Pertimbangannya, kompor listrik lebih hemat dan bebas polusi dibandingkan kompor minyak.

Awalnya, lanjut Ilzam, penggunaan kompor listrik digenjot karena harga minyak dipasaran terus naik tajam sejak masuknya program konversi gas elpiji hingga mencapai Rp 6 ribu per liter. "Karena TDL naik, minyak tanah masih lebih hemat," ujarnya.

Ilzam mengaku masih akan mendata ulang seberapa banyak pengrajin yang menggunakan listrik berkapasitas 1300 watt. "Kalau yang pakai 900 watt, kita tetap arahkan pakai kompor listrik karena tidak terkena kenaikan tarif," ungkapnya.

Sementara itu, hingga kini kenaikan tarif listrik masih nendapat protes dari pengusaha karena dinilai terlalu memberatkan. Pemerintah merespons protes itu dengan menghitung ulang kenaikan tarif. Ilzam berharap, hitung ulang itu dilakukan menyeluruh termasuk tarif untuk pelanggan 1.300 watt. "Karena sama-sama memberatkan," pungkasnya.